Perbedaan Blast dan IKA: Blast diperdagangkan di Rp6,21 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan IKA diperdagangkan di Rp49,04 (kapitalisasi pasar Rp140,12M, volume 24 jam Rp15,99M). Perbedaan utamanya: Blast jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar IKA, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan IKA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan IKA selama 2 Hari.
| BLAST | IKA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp140,12M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp15,99M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 3B IKA |
Typical Hold Time | 25 Hari | 2 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Ika adalah jaringan terdesentralisasi yang menghadirkan interoperabilitas lintas-chain secara aman melalui cryptography canggih. Platform ini memungkinkan smart contract mengelola aset di berbagai blockchain tanpa menggunakan bridge atau wrapped token. Dengan teknologi 2PC-MPC, Ika menyediakan kontrol aset berbasis zero-trust di jaringan seperti Bitcoin dan Ethereum. Primitive dWallet menghadirkan mekanisme tanda tangan terprogram yang menjamin persetujuan pengguna, serta dibangun di atas Sui untuk transaksi cepat dan skalabilitas tinggi.
Selengkapnya di halaman IKA →