Perbedaan Blast dan Impossible Cloud Network: Blast diperdagangkan di Rp6,21 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Impossible Cloud Network diperdagangkan di Rp2.845 (kapitalisasi pasar Rp722,23M, volume 24 jam Rp46,41M). Perbedaan utamanya: Impossible Cloud Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 253M / 700M ICNT (37%) milik Impossible Cloud Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Impossible Cloud Network selama 3 Hari.
| BLAST | ICNT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp722,23M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp46,41M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 253M / 700M ICNT (37%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Impossible Cloud Network (ICN) adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang mendukung layanan cloud kelas enterprise. ICN menyediakan akses tanpa izin ke sumber daya storage, komputasi, dan jaringan yang terdistribusi.
Selengkapnya di halaman ICNT →