Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Blast (BLAST) vs Holoworld AI (HOLO)

Holoworld AITrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Blast dan Holoworld AI: Blast diperdagangkan di Rp6,21 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Holoworld AI diperdagangkan di Rp1.275 (kapitalisasi pasar Rp916,13M, volume 24 jam Rp122,96M). Perbedaan utamanya: Holoworld AI jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 726,3M / 2B HOLO (36%) milik Holoworld AI. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Holoworld AI selama 22 Hari.

BLASTHOLO
Kap. Pasar
Rp404,74MRp916,13M
Volume (24h)
Rp811,88MRp122,96M
Suplai yang Beredar
65,3B / 100B BLAST (66%)726,3M / 2B HOLO (36%)
Typical Hold Time
25 Hari22 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

BLAST
0% Beli100% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 25 Hari
HOLO
2% Beli98% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 22 Hari

Tentang Blast

Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.

Selengkapnya di halaman BLAST

Tentang Holoworld AI

Holoworld AI adalah hub terdesentralisasi untuk agen AI, aplikasi, dan IP digital. Diluncurkan di Silicon Valley pada 2022, platform ini menyediakan infrastruktur bagi developer dan kreator untuk mempublikasikan, mendistribusikan, dan memonetisasi pengalaman berbasis AI dalam ekosistem terbuka. Berfungsi sebagai app store untuk aplikasi AI-native, Holoworld AI menggabungkan kepemilikan berbasis blockchain dengan utilitas AI, menghadirkan interoperabilitas, monetisasi, dan aksesibilitas bagi kreator.

Selengkapnya di halaman HOLO