Perbedaan Blast dan GMX: Blast diperdagangkan di Rp6,27 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp101.463 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp48,44M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| BLAST | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp48,44M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 45 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →