Perbedaan Blast dan Frax: Blast diperdagangkan di Rp6,26 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Frax diperdagangkan di Rp4.559 (kapitalisasi pasar Rp424,38M, volume 24 jam Rp8,25M). Perbedaan utamanya: Blast dan Frax berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 93,6M / 99,7M FRAX (94%) milik Frax. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Frax selama 8 Hari.
| BLAST | FRAX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp424,38M |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp8,25M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 93,6M / 99,7M FRAX (94%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →FRAX adalah token native dari ekosistem Frax, sebuah protokol keuangan terdesentralisasi yang berfokus pada pengembangan stablecoin yang scalable, efisien secara modal, dan didukung oleh kolateral sebagian. Frax menggabungkan mekanisme algoritmik dengan jaminan aset untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memungkinkan integrasi luas di berbagai aplikasi DeFi seperti lending, trading, dan strategi yield. Ekosistem ini bertujuan menyediakan uang digital yang stabil dan permissionless untuk sistem keuangan on-chain.
Selengkapnya di halaman FRAX →