Perbedaan Blast dan Enso: Blast diperdagangkan di Rp6,22 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan Enso diperdagangkan di Rp12.679 (kapitalisasi pasar Rp261,95M, volume 24 jam Rp156,24M). Perbedaan utamanya: Blast lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 20,6M / 127,3M ENSO (17%) milik Enso. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Enso selama 8 Hari.
| BLAST | ENSO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp261,95M |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp156,24M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 20,6M / 127,3M ENSO (17%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Enso adalah protokol infrastruktur blockchain yang menyederhanakan pengembangan lintas chain melalui komponen dan logika eksekusi terstandarisasi. Protokol ini menghubungkan berbagai jaringan menggunakan Actions dan Shortcuts yang dapat digunakan ulang, sehingga developer tidak perlu membangun integrasi kompleks dari awal. Dengan arsitektur berbasis intent, pengguna cukup menentukan hasil yang diinginkan sementara Enso menangani proses routing dan eksekusi secara efisien di berbagai chain.
Selengkapnya di halaman ENSO →