Perbedaan Blast dan dYdX: Blast diperdagangkan di Rp6,27 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan dYdX diperdagangkan di Rp2.307 (kapitalisasi pasar Rp1,94T, volume 24 jam Rp103,8M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 4,7× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 848,6M / 1B DYDX (85%) milik dYdX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan dYdX selama 55 Hari.
| BLAST | DYDX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp1,94T |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp103,8M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 848,6M / 1B DYDX (85%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 55 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →