Perbedaan Blast dan Drift: Blast diperdagangkan di Rp6,2 (kapitalisasi pasar Rp401,2M, volume 24 jam Rp797,61M), sedangkan Drift diperdagangkan di Rp252,47 (kapitalisasi pasar Rp153,85M, volume 24 jam Rp56,55M). Perbedaan utamanya: Blast jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Drift, dan suplai Blast dibatasi (65,3B / 100B BLAST (66%)), sedangkan Drift terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Drift selama 11 Hari.
| BLAST | DRIFT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp401,2M | Rp153,85M |
Volume (24h) | Rp797,61M | Rp56,55M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 611,5M DRIFT |
Typical Hold Time | 25 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Drift adalah decentralized exchange (DEX) sepenuhnya on-chain untuk trading perpetual dan spot, dibangun di atas blockchain Solana. Platform ini memberikan kesempatan bagi para trader untuk memperdagangkan pasar pra-peluncuran maupun token yang sudah diluncurkan, dengan leverage hingga 10x. Selain stablecoin, para trader juga dapat menggunakan berbagai aset sebagai jaminan, meningkatkan efisiensi modal.
Selengkapnya di halaman DRIFT →