Perbedaan Blast dan DeepBook Protocol: Blast diperdagangkan di Rp6,19 (kapitalisasi pasar Rp404,74M, volume 24 jam Rp811,88M), sedangkan DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp330,11 (kapitalisasi pasar Rp1,8T, volume 24 jam Rp80,66M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 4,4× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 5,5B / 10B DEEP (55%) milik DeepBook Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan DeepBook Protocol selama 13 Hari.
| BLAST | DEEP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp404,74M | Rp1,8T |
Volume (24h) | Rp811,88M | Rp80,66M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 5,5B / 10B DEEP (55%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →