Perbedaan Blast dan Cronos: Blast diperdagangkan di Rp6,22 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Cronos diperdagangkan di Rp996,37 (kapitalisasi pasar Rp45,51T, volume 24 jam Rp105,12M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 111,4× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 46,1B / 100B CRO (47%) milik Cronos. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Cronos selama 12 Hari.
| BLAST | CRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp45,51T |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp105,12M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 46,1B / 100B CRO (47%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →