Perbedaan Blast dan CORN: Blast diperdagangkan di Rp6,36 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan CORN diperdagangkan di Rp428,82 (kapitalisasi pasar Rp224,45M, volume 24 jam Rp71,45M). Perbedaan utamanya: Blast lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 525M / 2,1B CORN (25%) milik CORN. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan CORN selama 8 Hari.
| BLAST | CORN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp224,45M |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp71,45M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 525M / 2,1B CORN (25%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Corn adalah jaringan Layer 2 untuk Ethereum yang dirancang untuk meningkatkan utilitas Bitcoin. Ekosistem ini menggunakan Bitcorn (BTCN) sebagai token gas, popCORN System sebagai insentif, serta LayerZero untuk transfer lintas rantai yang mudah. Dibangun di atas Arbitrum Orbit, Corn menghadirkan skalabilitas tinggi dan mendukung Stylus, memungkinkan penggunaan berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan smart contract. Corn juga dikenal sebagai Butter Network, menawarkan butter yield, butter BTC, dan lingkungan optimal untuk memaksimalkan Bitcoin.
Selengkapnya di halaman CORN →