Perbedaan Blast dan Chromia: Blast diperdagangkan di Rp6,03 (kapitalisasi pasar Rp392,29M, volume 24 jam Rp781,61M), sedangkan Chromia diperdagangkan di Rp268,25 (kapitalisasi pasar Rp260,43M, volume 24 jam Rp35,16M). Perbedaan utamanya: Blast lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 974,8M / 978,1M CHR (100%) milik Chromia. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Chromia selama 50 Hari.
| BLAST | CHR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp392,29M | Rp260,43M |
Volume (24h) | Rp781,61M | Rp35,16M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 974,8M / 978,1M CHR (100%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 50 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
BLAST menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp6.0796 dan market cap Rp401,2M. Token ini memiliki sirkulasi 66% dari total supply 100 juta, dengan rata-rata hold time 25 hari. Indikator teknis seperti moving averages dan ADX mendukung tren naik meskipun RSI menunjukkan kondisi overbought.
Outlook keseluruhan positif dengan momentum teknis kuat, namun investor perlu waspada terhadap risiko volatilitas tinggi dan kondisi overbought. Peluang terletak pada potensi breakout di atas resistance Rp7, sementara risiko utama adalah koreksi tajam jika support Rp5 tidak bertahan.
Chromia (CHR) saat ini diperdagangkan di zona netral dengan harga Rp268,43, mendekati support kunci di Rp265. Secara teknis, sinyal keseluruhan netral dengan indikator moving average bearish namun osilator netral. Token ini telah mencapai sirkulasi penuh 100% dengan supply maksimum 978,1 juta CHR. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan data CoinGecko per Juli 2026.
Outlook keseluruhan netral dengan risiko volatilitas tinggi khas crypto. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari support Rp265, sementara risiko termasuk tekanan bearish dari moving average dan rendahnya aktivitas jaringan. Investor harus memantau volume perdagangan dan perkembangan ekosistem blockchain Chromia.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →