Perbedaan Blast dan Centrifuge: Blast diperdagangkan di Rp4,29 (kapitalisasi pasar Rp287,41M, volume 24 jam Rp15,2M), sedangkan Centrifuge diperdagangkan di Rp2.704 (kapitalisasi pasar Rp1,56T, volume 24 jam Rp76,95M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 5,4× kapitalisasi pasar Blast, dan suplai Blast dibatasi (67,3B / 100B BLAST (68%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan Centrifuge selama 5 Hari.
| BLAST | CFG | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp287,41M | Rp1,56T |
Volume (24h) | Rp15,2M | Rp76,95M |
Suplai yang Beredar | 67,3B / 100B BLAST (68%) | 577,2M CFG |
Typical Hold Time | 23 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →