Perbedaan Blast dan Celer Network: Blast diperdagangkan di Rp6,22 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Celer Network diperdagangkan di Rp32,37 (kapitalisasi pasar Rp252,2M, volume 24 jam Rp37,56M). Perbedaan utamanya: Blast lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 7,8B / 10B CELR (79%) milik Celer Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Celer Network selama 53 Hari.
| BLAST | CELR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp252,2M |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp37,56M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 7,8B / 10B CELR (79%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 53 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Celer adalah protokol blockchain interoperability yang memungkinkan akses token, DeFi, GameFi, NFT, tata kelola, dan bermacam chain lainnya dalam sekali klik. Para pengembang kini dapat membangun dApps inter-chain-native dengan pemanfaatan likuiditas yang efisien, logik aplikasi yang koheren, dan status yang terbagi. Celer menggunakan kontrak pintar yang dirangkai di setiap chain yang terhubung dengan State Guardian Network untuk mendapatkan multi-blockchain interoperability tanpa hambatan.
Selengkapnya di halaman CELR →