Perbedaan Blast dan Chainbase: Blast diperdagangkan di Rp6,27 (kapitalisasi pasar Rp408,55M, volume 24 jam Rp840,79M), sedangkan Chainbase diperdagangkan di Rp1.172 (kapitalisasi pasar Rp423,89M, volume 24 jam Rp73,8M). Perbedaan utamanya: Blast dan Chainbase berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 65,3B / 100B BLAST (66%) dibanding 362,6M / 1B C (37%) milik Chainbase. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 25 Hari dan Chainbase selama 9 Hari.
| BLAST | C | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp408,55M | Rp423,89M |
Volume (24h) | Rp840,79M | Rp73,8M |
Suplai yang Beredar | 65,3B / 100B BLAST (66%) | 362,6M / 1B C (37%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Chainbase membangun Hyperdata Network untuk AI, berfungsi sebagai lapisan dasar bagi era DataFi. Platform ini mengubah sinyal on-chain yang terfragmentasi menjadi data yang terstruktur, terverifikasi, dan siap untuk AI, memungkinkan koordinasi permissionless antara agen, aplikasi, dan manusia. Chainbase memberdayakan ekonomi data terdesentralisasi di mana data menjadi modal—dapat dikomposisi, dimonetisasi, dan terbuka untuk semua.
Selengkapnya di halaman C →