Perbedaan Blast dan Boba Network: Blast diperdagangkan di Rp4,29 (kapitalisasi pasar Rp287,41M, volume 24 jam Rp15,2M), sedangkan Boba Network diperdagangkan di Rp322,54 (kapitalisasi pasar Rp157,99M, volume 24 jam Rp11,65M). Perbedaan utamanya: Blast lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Blast 67,3B / 100B BLAST (68%) dibanding 493,6M / 500M BOBA (99%) milik Boba Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Blast selama 23 Hari dan Boba Network selama 11 Hari.
| BLAST | BOBA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp287,41M | Rp157,99M |
Volume (24h) | Rp15,2M | Rp11,65M |
Suplai yang Beredar | 67,3B / 100B BLAST (68%) | 493,6M / 500M BOBA (99%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →