Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk dan Mulia Industrindo Tbk: Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk diperdagangkan di Rp515 (kapitalisasi pasar 7,58 T, volume 24 jam 7,89 jt), sedangkan Mulia Industrindo Tbk diperdagangkan di Rp240 (kapitalisasi pasar 1,59 T, volume 24 jam 32,3 rb). Perbedaan utamanya: Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk jauh lebih besar — sekitar 4,8× kapitalisasi pasar Mulia Industrindo Tbk, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk lebih aktif diperdagangkan (7,89 jt vs 32,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| BJTM | MLIA | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | 7,58 T | 1,59 T |
Volume | 7,89 jt | 32,3 rb |
Lot | 78,94 rb | 323 |
Perputaran | 4,01 M | 7,75 jt |
Harga Rata-rata | 507,6 | 240 |
Nilai Transaksi | 4,01 M | 7,75 jt |
Harga Ekuilibrium Indikatif | 515 | 240 |
Volume Ekuilibrium Indikatif | 280 | 4 |
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Berita terbaru kedua aset
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (the Bank) was established under the name of PT Bank Pembangunan Daerah Djawa Timur dated August 17, 1961. The Bank started its commercial operations in accordance with the Decision Letter of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. BUM 9-4-5 on August 15, 1961. The Sharia Operating Unit started its commercial operations on August 21, 2007 in accordance with the approval letter from Bank Indonesia No. 9/75/DS/Sb dated April 4, 2007 for the establishment of the Bank's Sharia Unit.
Selengkapnya di halaman BJTM →PT Mulia Industrindo Tbk (the company) was established based on Deed No. 15 dated November 5, 1986 of Liliani Handajawati Tamzil S.H., notary in Jakarta, as amended by deed No. 7 dated May 6, 1987 of the same notary.. The company's articles of association have been amended several times, most recently on January 21, 1997 regarding the change of the Company's name and par value per share. The company is one of the companies of the Mulia Group. The company started its commercial operations in 1990.
Selengkapnya di halaman MLIA →