Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk dan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk: Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk diperdagangkan di Rp515 (kapitalisasi pasar 7,58 T, volume 24 jam 7,89 jt), sedangkan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk diperdagangkan di Rp1.220 (kapitalisasi pasar 2,19 T, volume 24 jam 1,22 jt). Perbedaan utamanya: Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk lebih aktif diperdagangkan (7,89 jt vs 1,22 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| BJTM | IPCC | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | 7,58 T | 2,19 T |
Volume | 7,89 jt | 1,22 jt |
Lot | 78,94 rb | 12,23 rb |
Perputaran | 4,01 M | 1,48 M |
Harga Rata-rata | 507,6 | 1.208,8 |
Nilai Transaksi | 4,01 M | 1,48 M |
Harga Ekuilibrium Indikatif | 515 | 1.220 |
Volume Ekuilibrium Indikatif | 280 | 28 |
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Berita terbaru kedua aset
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (the Bank) was established under the name of PT Bank Pembangunan Daerah Djawa Timur dated August 17, 1961. The Bank started its commercial operations in accordance with the Decision Letter of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. BUM 9-4-5 on August 15, 1961. The Sharia Operating Unit started its commercial operations on August 21, 2007 in accordance with the approval letter from Bank Indonesia No. 9/75/DS/Sb dated April 4, 2007 for the establishment of the Bank's Sharia Unit.
Selengkapnya di halaman BJTM →PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (“the Company”) was established based on November 05, 2012 by deed No. 10 of Yulianti Irawati SH., substitute of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta. Prior to becoming a separate business entity, PT Indonesia Vehicle Terminal was only a strategic business unit called Tanjung Priok Car Terminal (TPT) under its Head Office and operated since June 2007.
Selengkapnya di halaman IPCC →