Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk dan Enseval Putera Megatrading Tbk.: Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk diperdagangkan di Rp515 (kapitalisasi pasar 7,58 T, volume 24 jam 7,89 jt), sedangkan Enseval Putera Megatrading Tbk. diperdagangkan di Rp2.330 (kapitalisasi pasar 6,26 T, volume 24 jam 4,5 rb). Perbedaan utamanya: Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk lebih aktif diperdagangkan (7,89 jt vs 4,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| BJTM | EPMT | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | 7,58 T | 6,26 T |
Volume | 7,89 jt | 4,5 rb |
Lot | 78,94 rb | 45 |
Perputaran | 4,01 M | 10,44 jt |
Harga Rata-rata | 507,6 | 2.320,44 |
Nilai Transaksi | 4,01 M | 10,44 jt |
Harga Ekuilibrium Indikatif | 515 | 2.330 |
Volume Ekuilibrium Indikatif | 280 | 5 |
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Berita terbaru kedua aset
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (the Bank) was established under the name of PT Bank Pembangunan Daerah Djawa Timur dated August 17, 1961. The Bank started its commercial operations in accordance with the Decision Letter of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. BUM 9-4-5 on August 15, 1961. The Sharia Operating Unit started its commercial operations on August 21, 2007 in accordance with the approval letter from Bank Indonesia No. 9/75/DS/Sb dated April 4, 2007 for the establishment of the Bank's Sharia Unit.
Selengkapnya di halaman BJTM →PT. Enseval Putera Megatrading Tbk, formerly PT Arya Gupta Cempaka, was established based on deed No. 64 dated October 26, 1998 of Mrs. Rukmasanti Hardjasatya,SH, notary public in Jakarta. The company’s articles of association have been amended several times, most recently by deed No. 200 dated June 30, 1997 of Mrs. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, notary public in Jakarta, concerning the changes of the company’s articles of association to comply with Corporate Law no. 1 year 1995, the increase in the company’s authorized capital and the change in par value per share from Rp 1,000 to Rp 500.
Selengkapnya di halaman EPMT →