Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bhuwanatala Indah Permai Tbk. (BIPP) vs Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI)

Bhuwanatala Indah Permai Tbk.
Sumi Indo Kabel Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bhuwanatala Indah Permai Tbk. dan Sumi Indo Kabel Tbk.: Bhuwanatala Indah Permai Tbk. diperdagangkan di Rp70 (kapitalisasi pasar 316,81 M, volume 24 jam 265,26 jt), sedangkan Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp555 (kapitalisasi pasar 679,32 M, volume 24 jam 19,8 rb). Perbedaan utamanya: Sumi Indo Kabel Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Bhuwanatala Indah Permai Tbk., dan Bhuwanatala Indah Permai Tbk. lebih aktif diperdagangkan (265,26 jt vs 19,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BIPPIKBI
Kapitalisasi Pasar
316,81 M679,32 M
Volume
265,26 jt19,8 rb
Lot
2,65 jt198
Perputaran
19,02 M10,95 jt
Harga Rata-rata
71,72553,03
Nilai Transaksi
19,02 M10,95 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
70555
Volume Ekuilibrium Indikatif
20,2 rb71

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BIPP
Lihat detail
IKBI
Lihat detail

Tentang Bhuwanatala Indah Permai Tbk.

PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (the Company) was initially established within the framework of Domestic Capital Investment Law No. 6 year 1968 as amended by law No. 12 year 1970 based on Notarial Deed No. 165 dated December 21, 1981 of Public Notary Koswara, S.H. PT Bhuwanatala operates in hotel management, retail properties, and office space. The company listed its shares on Over-The Counter Market, and since the merger of the OTC Market with the Surabaya Stock Exchange, the shares automatically listed on the SSX.

Selengkapnya di halaman BIPP

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI