Perbedaan Bio Protocol dan Walrus: Bio Protocol diperdagangkan di Rp513,56 (kapitalisasi pasar Rp1,16T, volume 24 jam Rp252,63M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp547,21 (kapitalisasi pasar Rp1,34T, volume 24 jam Rp67,89M). Perbedaan utamanya: Walrus lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Bio Protocol 2,2B / 3,3B BIO (68%) dibanding 2,5B / 5B WAL (50%) milik Walrus. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bio Protocol selama 16 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| BIO | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,16T | Rp1,34T |
Volume (24h) | Rp252,63M | Rp67,89M |
Suplai yang Beredar | 2,2B / 3,3B BIO (68%) | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 16 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
BIO Protocol memungkinkan komunitas ilmuwan, pasien, dan investor di seluruh dunia untuk bersama-sama mendanai, membangun, dan memiliki obat dan terapi baru melalui jaringan Biotech Decentralized Autonomous Organizations (BioDAOs). Pendekatan inovatif ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan dalam pendanaan ilmiah yang sebelumnya, terutama di bidang penyakit langka, penelitian usia panjang, dan tantangan kesehatan lainnya.
Selengkapnya di halaman BIO →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →