Perbedaan Bio Protocol dan Subsquid: Bio Protocol diperdagangkan di Rp515,45 (kapitalisasi pasar Rp1,16T, volume 24 jam Rp252,63M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp545,04 (kapitalisasi pasar Rp550,67M, volume 24 jam Rp67,83M). Perbedaan utamanya: Bio Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Subsquid, dan suplai beredar Bio Protocol 2,2B / 3,3B BIO (68%) dibanding 1B / 1,3B SQD (76%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bio Protocol selama 16 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| BIO | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,16T | Rp550,67M |
Volume (24h) | Rp252,63M | Rp67,83M |
Suplai yang Beredar | 2,2B / 3,3B BIO (68%) | 1B / 1,3B SQD (76%) |
Typical Hold Time | 16 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
BIO Protocol memungkinkan komunitas ilmuwan, pasien, dan investor di seluruh dunia untuk bersama-sama mendanai, membangun, dan memiliki obat dan terapi baru melalui jaringan Biotech Decentralized Autonomous Organizations (BioDAOs). Pendekatan inovatif ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan dalam pendanaan ilmiah yang sebelumnya, terutama di bidang penyakit langka, penelitian usia panjang, dan tantangan kesehatan lainnya.
Selengkapnya di halaman BIO →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →