Perbedaan Bio Protocol dan Port3 Network: Bio Protocol diperdagangkan di Rp443,47 (kapitalisasi pasar Rp1,01T, volume 24 jam Rp168,57M), sedangkan Port3 Network diperdagangkan di Rp23,63 (kapitalisasi pasar Rp15,67M, volume 24 jam Rp28,22M). Perbedaan utamanya: Bio Protocol jauh lebih besar — sekitar 64,5× kapitalisasi pasar Port3 Network, dan suplai beredar Bio Protocol 2,3B / 3,3B BIO (69%) dibanding 692,9M / 1B PORT3 (70%) milik Port3 Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bio Protocol selama 18 Hari dan Port3 Network selama 10 Hari.
| BIO | PORT3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,01T | Rp15,67M |
Volume (24h) | Rp168,57M | Rp28,22M |
Suplai yang Beredar | 2,3B / 3,3B BIO (69%) | 692,9M / 1B PORT3 (70%) |
Typical Hold Time | 18 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
BIO Protocol memungkinkan komunitas ilmuwan, pasien, dan investor di seluruh dunia untuk bersama-sama mendanai, membangun, dan memiliki obat dan terapi baru melalui jaringan Biotech Decentralized Autonomous Organizations (BioDAOs). Pendekatan inovatif ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan dalam pendanaan ilmiah yang sebelumnya, terutama di bidang penyakit langka, penelitian usia panjang, dan tantangan kesehatan lainnya.
Selengkapnya di halaman BIO →Port3 Network adalah platform Web3 serbaguna yang berfokus pada input dan output data sosial. Platform ini menggabungkan berbagai komponen dan inisiatif untuk mentransformasi jaringan data terdesentralisasi. Inti dari Port3 Network adalah penggunaan AI untuk mengindeks dan menstandarkan data, membangun AI Data Layer yang kuat sebagai fondasi aplikasi Web3. Jaringan data AI terdesentralisasi ini mengumpulkan dan menstandarkan informasi untuk layanan AI dan strategi cerdas, menjadikannya bagian penting bagi proyek-proyek berbasis blockchain.
Selengkapnya di halaman PORT3 →