Perbedaan Bio Protocol dan Mira: Bio Protocol diperdagangkan di Rp514,49 (kapitalisasi pasar Rp1,15T, volume 24 jam Rp256,3M), sedangkan Mira diperdagangkan di Rp755,92 (kapitalisasi pasar Rp223,71M, volume 24 jam Rp78,11M). Perbedaan utamanya: Bio Protocol jauh lebih besar — sekitar 5,1× kapitalisasi pasar Mira, dan suplai beredar Bio Protocol 2,2B / 3,3B BIO (68%) dibanding 298M / 1B MIRA (30%) milik Mira. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bio Protocol selama 16 Hari dan Mira selama 20 Hari.
| BIO | MIRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,15T | Rp223,71M |
Volume (24h) | Rp256,3M | Rp78,11M |
Suplai yang Beredar | 2,2B / 3,3B BIO (68%) | 298M / 1B MIRA (30%) |
Typical Hold Time | 16 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
BIO Protocol memungkinkan komunitas ilmuwan, pasien, dan investor di seluruh dunia untuk bersama-sama mendanai, membangun, dan memiliki obat dan terapi baru melalui jaringan Biotech Decentralized Autonomous Organizations (BioDAOs). Pendekatan inovatif ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan dalam pendanaan ilmiah yang sebelumnya, terutama di bidang penyakit langka, penelitian usia panjang, dan tantangan kesehatan lainnya.
Selengkapnya di halaman BIO →Mira is a decentralized verification network that enables autonomous AI by eliminating human oversight. Using consensus-based verification across multiple AI models, Mira delivers mathematically verifiable and trustless results in real time. This ensures accuracy and reliability for critical fields like healthcare, finance, and law—transforming AI from a supervised tool into truly independent intelligence.
Selengkapnya di halaman MIRA →