Perbedaan Bio Protocol dan Epic Chain: Bio Protocol diperdagangkan di Rp513,38 (kapitalisasi pasar Rp1,16T, volume 24 jam Rp252,63M), sedangkan Epic Chain diperdagangkan di Rp6.927 (kapitalisasi pasar Rp232,94M, volume 24 jam Rp187,57M). Perbedaan utamanya: Bio Protocol jauh lebih besar — sekitar 5× kapitalisasi pasar Epic Chain, dan suplai beredar Bio Protocol 2,2B / 3,3B BIO (68%) dibanding 33,6M / 33,6M EPIC (100%) milik Epic Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bio Protocol selama 16 Hari dan Epic Chain selama 10 Hari.
| BIO | EPIC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,16T | Rp232,94M |
Volume (24h) | Rp252,63M | Rp187,57M |
Suplai yang Beredar | 2,2B / 3,3B BIO (68%) | 33,6M / 33,6M EPIC (100%) |
Typical Hold Time | 16 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
BIO Protocol memungkinkan komunitas ilmuwan, pasien, dan investor di seluruh dunia untuk bersama-sama mendanai, membangun, dan memiliki obat dan terapi baru melalui jaringan Biotech Decentralized Autonomous Organizations (BioDAOs). Pendekatan inovatif ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan dalam pendanaan ilmiah yang sebelumnya, terutama di bidang penyakit langka, penelitian usia panjang, dan tantangan kesehatan lainnya.
Selengkapnya di halaman BIO →Epic Chain (EPIC), penerus Ethernity Chain (ERN), disetujui oleh 97,1% komunitas dan kini beroperasi sebagai blockchain ETH Layer 2. Berfokus pada Aset Dunia Nyata (RWA) dan hiburan, platform ini mengintegrasikan keamanan berbasis AI, DRM, dan teknologi Web3. Dengan pasar hiburan diperkirakan mencapai $3,5 triliun pada 2030, Epic Chain memungkinkan merek global membawa franchise mereka ke blockchain, termasuk tokoh ikonik seperti Messi, Shaq, dan Muhammad Ali. Kini, Epic memperluas jangkauannya ke franchise hiburan terkemuka dengan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi yang lebih baik.
Selengkapnya di halaman EPIC →