Perbedaan Bio Protocol dan Cartesi: Bio Protocol diperdagangkan di Rp516,54 (kapitalisasi pasar Rp1,16T, volume 24 jam Rp252,63M), sedangkan Cartesi diperdagangkan di Rp412,72 (kapitalisasi pasar Rp383,16M, volume 24 jam Rp14,73M). Perbedaan utamanya: Bio Protocol jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar Cartesi, dan suplai beredar Bio Protocol 2,2B / 3,3B BIO (68%) dibanding 929,5M / 1B CTSI (93%) milik Cartesi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bio Protocol selama 16 Hari dan Cartesi selama 91 Hari.
| BIO | CTSI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,16T | Rp383,16M |
Volume (24h) | Rp252,63M | Rp14,73M |
Suplai yang Beredar | 2,2B / 3,3B BIO (68%) | 929,5M / 1B CTSI (93%) |
Typical Hold Time | 16 Hari | 91 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
BIO Protocol memungkinkan komunitas ilmuwan, pasien, dan investor di seluruh dunia untuk bersama-sama mendanai, membangun, dan memiliki obat dan terapi baru melalui jaringan Biotech Decentralized Autonomous Organizations (BioDAOs). Pendekatan inovatif ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan dalam pendanaan ilmiah yang sebelumnya, terutama di bidang penyakit langka, penelitian usia panjang, dan tantangan kesehatan lainnya.
Selengkapnya di halaman BIO →Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →