Perbedaan Bio Protocol dan Shentu: Bio Protocol diperdagangkan di Rp513,17 (kapitalisasi pasar Rp1,15T, volume 24 jam Rp256,3M), sedangkan Shentu diperdagangkan di Rp1.837 (kapitalisasi pasar Rp295,46M, volume 24 jam Rp12,55M). Perbedaan utamanya: Bio Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar Shentu, dan suplai Bio Protocol dibatasi (2,2B / 3,3B BIO (68%)), sedangkan Shentu terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bio Protocol selama 16 Hari dan Shentu selama 43 Hari.
| BIO | CTK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,15T | Rp295,46M |
Volume (24h) | Rp256,3M | Rp12,55M |
Suplai yang Beredar | 2,2B / 3,3B BIO (68%) | 161,4M CTK |
Typical Hold Time | 16 Hari | 43 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
BIO Protocol memungkinkan komunitas ilmuwan, pasien, dan investor di seluruh dunia untuk bersama-sama mendanai, membangun, dan memiliki obat dan terapi baru melalui jaringan Biotech Decentralized Autonomous Organizations (BioDAOs). Pendekatan inovatif ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan dalam pendanaan ilmiah yang sebelumnya, terutama di bidang penyakit langka, penelitian usia panjang, dan tantangan kesehatan lainnya.
Selengkapnya di halaman BIO →Shentu Chain, sebuah blockchain berbasis delegated proof-of-stake yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama, untuk eksekusi yang dapat dipercaya dari aplikasi dan alat yang penting, termasuk DeFi, NFT, dan kendaraan tanpa pengemudi. Shentu Chain memprioritaskan kompatibilitas cross-chain, yang dibangun sebagai Cosmos Hub dengan kompatibilitas penuh EVM dan Hyperledger Burrow, serta kompatibilitas dengan eWASM dan AntChain milik Ant Financial.
Selengkapnya di halaman CTK →