Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Ina Perdana Tbk (BINA) vs Timah Tbk. (TINS)

Bank Ina Perdana TbkTrading
Timah Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Ina Perdana Tbk dan Timah Tbk.: Bank Ina Perdana Tbk diperdagangkan di Rp3.750 (kapitalisasi pasar 22,9 T, volume 24 jam 269,4 rb), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.440 (kapitalisasi pasar 25,84 T, volume 24 jam 24,12 jt). Perbedaan utamanya: Bank Ina Perdana Tbk dan Timah Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Timah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (24,12 jt vs 269,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BINATINS
Kapitalisasi Pasar
22,9 T25,84 T
Volume
269,4 rb24,12 jt
Lot
2,69 rb241,21 rb
Perputaran
996,02 jt82,37 M
Harga Rata-rata
3.697,163.415,04
Nilai Transaksi
996,02 jt82,37 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
3.7503.440
Volume Ekuilibrium Indikatif
1 rb23,14 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BINA
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Bank Ina Perdana Tbk

PT Bank Ina Perdana Tbk (the Bank) was established in Jakarta based on Notarial Deed No. 32 of Winnie Hadiprodjo Public Notary in Jakarta dated February 09, 1990. The Company started its commercial operations on July 1991.

Selengkapnya di halaman BINA

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS