Perbedaan Biconomy dan dYdX: Biconomy diperdagangkan di Rp243,3 (kapitalisasi pasar Rp242,71M, volume 24 jam Rp73,57M), sedangkan dYdX diperdagangkan di Rp2.315 (kapitalisasi pasar Rp1,95T, volume 24 jam Rp103,48M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 8× kapitalisasi pasar Biconomy, dan suplai dYdX dibatasi (848,6M / 1B DYDX (85%)), sedangkan Biconomy terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Biconomy selama 35 Hari dan dYdX selama 55 Hari.
| BICO | DYDX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp242,71M | Rp1,95T |
Volume (24h) | Rp73,57M | Rp103,48M |
Suplai yang Beredar | 1B BICO | 848,6M / 1B DYDX (85%) |
Typical Hold Time | 35 Hari | 55 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Biconomy adalah protokol relayer multichain yang bertujuan untuk meningkatkan orientasi pengguna dan pengalaman transaksi pada aplikasi terdesentralisasi (dApps). Singkatnya, Biconomy berfokus pada pengelolaan transaksi dan optimalisasi gas serta dapat menekan biaya gas hingga 40%.
Selengkapnya di halaman BICO →DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →