Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Ganesha Tbk (BGTG) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Bank Ganesha TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Ganesha Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Bank Ganesha Tbk diperdagangkan di Rp110 (kapitalisasi pasar 2,59 T, volume 24 jam 543,6 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.220 (kapitalisasi pasar 9,94 T, volume 24 jam 578,5 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar Bank Ganesha Tbk, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (578,5 rb vs 543,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BGTGRLCO
Kapitalisasi Pasar
2,59 T9,94 T
Volume
543,6 rb578,5 rb
Lot
5,44 rb5,79 rb
Perputaran
59,52 jt1,81 M
Harga Rata-rata
109,493.130,32
Nilai Transaksi
59,52 jt1,81 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1103.220
Volume Ekuilibrium Indikatif
8760

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BGTG
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Bank Ganesha Tbk

P.T. Bank Ganesha Tbk (”the Bank”) was established based on Deed No. 47 dated May 15, 1990 of notary Esther Daniar Iskandar S.H. The Bank started commercial operations on April 30, 1992 when it obtained its business license based on the Decision Letter No. 393/KMK-013/1992 dated April 14, 1992 from the Minister of Finance of the Republic of Indonesia. In accordance with Bank Indonesia’sDecision Letter No. 26/66/KEP/DIR dated September 12, 1995, the Bank is authorized to be a foreign exchange bank.

Selengkapnya di halaman BGTG

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO