Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Ganesha Tbk (BGTG) vs Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT)

Bank Ganesha TbkTrading
Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Ganesha Tbk dan Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.: Bank Ganesha Tbk diperdagangkan di Rp110 (kapitalisasi pasar 2,59 T, volume 24 jam 543,6 rb), sedangkan Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. diperdagangkan di Rp875 (kapitalisasi pasar 2,39 T, volume 24 jam 137,4 rb). Perbedaan utamanya: Bank Ganesha Tbk dan Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Bank Ganesha Tbk lebih aktif diperdagangkan (543,6 rb vs 137,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BGTGPORT
Kapitalisasi Pasar
2,59 T2,39 T
Volume
543,6 rb137,4 rb
Lot
5,44 rb1,37 rb
Perputaran
59,52 jt132,41 jt
Harga Rata-rata
109,49963,71
Nilai Transaksi
59,52 jt132,41 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
110995
Volume Ekuilibrium Indikatif
873

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BGTG
Lihat detail
PORT
Lihat detail

Tentang Bank Ganesha Tbk

P.T. Bank Ganesha Tbk (”the Bank”) was established based on Deed No. 47 dated May 15, 1990 of notary Esther Daniar Iskandar S.H. The Bank started commercial operations on April 30, 1992 when it obtained its business license based on the Decision Letter No. 393/KMK-013/1992 dated April 14, 1992 from the Minister of Finance of the Republic of Indonesia. In accordance with Bank Indonesia’sDecision Letter No. 26/66/KEP/DIR dated September 12, 1995, the Bank is authorized to be a foreign exchange bank.

Selengkapnya di halaman BGTG

Tentang Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.

PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (formerly PT Kharisma Mutiara Agung) (the Company) was established dated December 29, 2003 in accordance with Notarial Deed No. 8 of Periasman Effendi, S.H. PT Episenta Utama Investasi is the Company's parent entity which is indirectly controlled by Garibaldi Thohir.

Selengkapnya di halaman PORT