Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Ganesha Tbk (BGTG) vs Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. (MAHA)

Bank Ganesha TbkTrading
Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Ganesha Tbk dan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.: Bank Ganesha Tbk diperdagangkan di Rp111 (kapitalisasi pasar 2,61 T, volume 24 jam 802,9 rb), sedangkan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. diperdagangkan di Rp145 (kapitalisasi pasar 2,42 T, volume 24 jam 2,28 jt). Perbedaan utamanya: Bank Ganesha Tbk dan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. lebih aktif diperdagangkan (2,28 jt vs 802,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BGTGMAHA
Kapitalisasi Pasar
2,61 T2,42 T
Volume
802,9 rb2,28 jt
Lot
8,03 rb22,79 rb
Perputaran
88,43 jt328,2 jt
Harga Rata-rata
110,14143,99
Nilai Transaksi
88,43 jt328,2 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
110145
Volume Ekuilibrium Indikatif
1001,1 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BGTG
Lihat detail
MAHA
Lihat detail

Tentang Bank Ganesha Tbk

P.T. Bank Ganesha Tbk (”the Bank”) was established based on Deed No. 47 dated May 15, 1990 of notary Esther Daniar Iskandar S.H. The Bank started commercial operations on April 30, 1992 when it obtained its business license based on the Decision Letter No. 393/KMK-013/1992 dated April 14, 1992 from the Minister of Finance of the Republic of Indonesia. In accordance with Bank Indonesia’sDecision Letter No. 26/66/KEP/DIR dated September 12, 1995, the Bank is authorized to be a foreign exchange bank.

Selengkapnya di halaman BGTG

Tentang Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.

PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. (the Company) is a limited liability company established in the Republic of Indonesia based on Notarial Deed of Julia Rochana Murat, S.H., No. 18 dated January 25, 1994. The Company started commercial activities in 1994.

Selengkapnya di halaman MAHA