Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Ganesha Tbk (BGTG) vs Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS)

Bank Ganesha TbkTrading
Indomobil Sukses Internasional Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Ganesha Tbk dan Indomobil Sukses Internasional Tbk.: Bank Ganesha Tbk diperdagangkan di Rp110 (kapitalisasi pasar 2,59 T, volume 24 jam 543,6 rb), sedangkan Indomobil Sukses Internasional Tbk. diperdagangkan di Rp805 (kapitalisasi pasar 3,18 T, volume 24 jam 63,4 rb). Perbedaan utamanya: Indomobil Sukses Internasional Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Bank Ganesha Tbk lebih aktif diperdagangkan (543,6 rb vs 63,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BGTGIMAS
Kapitalisasi Pasar
2,59 T3,18 T
Volume
543,6 rb63,4 rb
Lot
5,44 rb634
Perputaran
59,52 jt51,24 jt
Harga Rata-rata
109,49808,26
Nilai Transaksi
59,52 jt51,24 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
110805
Volume Ekuilibrium Indikatif
871

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BGTG
Lihat detail
IMAS
Lihat detail

Tentang Bank Ganesha Tbk

P.T. Bank Ganesha Tbk (”the Bank”) was established based on Deed No. 47 dated May 15, 1990 of notary Esther Daniar Iskandar S.H. The Bank started commercial operations on April 30, 1992 when it obtained its business license based on the Decision Letter No. 393/KMK-013/1992 dated April 14, 1992 from the Minister of Finance of the Republic of Indonesia. In accordance with Bank Indonesia’sDecision Letter No. 26/66/KEP/DIR dated September 12, 1995, the Bank is authorized to be a foreign exchange bank.

Selengkapnya di halaman BGTG

Tentang Indomobil Sukses Internasional Tbk.

PT Indomobil Sukses International Tbk (the Company) was initially established as a result of the merger between PT Indomulti Inti Industri Tbk (IMII) and PT Indomobil Investment corporation (IIC). The Company’s articles of association has been amended from time to time, most recently on June 30, 1999 in connection with the Company’s plans to offer shares with pre-emptive right. The Ministry of Justice has approved the amendment on July 5, 1999.

Selengkapnya di halaman IMAS