Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Ganesha Tbk (BGTG) vs Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS)

Bank Ganesha TbkTrading
Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Ganesha Tbk dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.: Bank Ganesha Tbk diperdagangkan di Rp110 (kapitalisasi pasar 2,59 T, volume 24 jam 543,6 rb), sedangkan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. diperdagangkan di Rp165 (kapitalisasi pasar 294,6 M, volume 24 jam 5,2 jt). Perbedaan utamanya: Bank Ganesha Tbk jauh lebih besar — sekitar 8,8× kapitalisasi pasar Cahayasakti Investindo Sukses Tbk., dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. lebih aktif diperdagangkan (5,2 jt vs 543,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BGTGCSIS
Kapitalisasi Pasar
2,59 T294,6 M
Volume
543,6 rb5,2 jt
Lot
5,44 rb51,99 rb
Perputaran
59,52 jt857,33 jt
Harga Rata-rata
109,49164,9
Nilai Transaksi
59,52 jt857,33 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
110165
Volume Ekuilibrium Indikatif
871,73 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BGTG
Lihat detail
CSIS
Lihat detail

Tentang Bank Ganesha Tbk

P.T. Bank Ganesha Tbk (”the Bank”) was established based on Deed No. 47 dated May 15, 1990 of notary Esther Daniar Iskandar S.H. The Bank started commercial operations on April 30, 1992 when it obtained its business license based on the Decision Letter No. 393/KMK-013/1992 dated April 14, 1992 from the Minister of Finance of the Republic of Indonesia. In accordance with Bank Indonesia’sDecision Letter No. 26/66/KEP/DIR dated September 12, 1995, the Bank is authorized to be a foreign exchange bank.

Selengkapnya di halaman BGTG

Tentang Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS