Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

BFI Finance Indonesia Tbk
Jaya Agra Wattie Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan BFI Finance Indonesia Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: BFI Finance Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp785 (kapitalisasi pasar 12,03 T, volume 24 jam 12,2 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp113 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 1,45 jt). Perbedaan utamanya: BFI Finance Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 6,4× kapitalisasi pasar Jaya Agra Wattie Tbk, dan BFI Finance Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (12,2 jt vs 1,45 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BFINJAWA
Kapitalisasi Pasar
12,03 T1,87 T
Volume
12,2 jt1,45 jt
Lot
122 rb14,49 rb
Perputaran
9,55 M164,85 jt
Harga Rata-rata
782,93113,81
Nilai Transaksi
9,55 M164,85 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
785113
Volume Ekuilibrium Indikatif
5,52 rb34

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BFIN
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang BFI Finance Indonesia Tbk

PT BFI Finance Indonesia Tbk (the Company) formerly PT. Bunas Finance Indonesia Tbk (the Company) was established as PT Manufacturers Hanover Leasing Indonesia on April 7, 1982 based on Notarial deed No. 57 of Kartini Muljadi, S.H., Notary in Jakarta. Presently, the Company is engaged in leasing, consumer financing and factoring of accounts receivable. And changed to BFI Finance Indonesia on 2001

Selengkapnya di halaman BFIN

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA