Perbedaan Berachain dan Walrus: Berachain diperdagangkan di Rp3.400 (kapitalisasi pasar Rp1,01T, volume 24 jam Rp205,18M), sedangkan Walrus diperdagangkan di Rp547,21 (kapitalisasi pasar Rp1,34T, volume 24 jam Rp67,89M). Perbedaan utamanya: Walrus lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Walrus dibatasi (2,5B / 5B WAL (50%)), sedangkan Berachain terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Berachain selama 15 Hari dan Walrus selama 22 Hari.
| BERA | WAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,01T | Rp1,34T |
Volume (24h) | Rp205,18M | Rp67,89M |
Suplai yang Beredar | 298,6M BERA | 2,5B / 5B WAL (50%) |
Typical Hold Time | 15 Hari | 22 Hari |
Mekanisme PoL Berachain mengubah ekonomi L1 dengan menciptakan pasar bagi validator, pengguna, dan aplikasi. Validator mempertaruhkan BERA untuk mengamankan jaringan dan memperoleh imbalan BGT, yang dapat mereka gunakan untuk imbalan aplikasi. Sistem ini membantu meningkatkan skala imbalan rantai berdasarkan permintaan akan keamanan dan likuiditas.
Selengkapnya di halaman BERA →Walrus adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi dan platform pengembangan aplikasi yang memungkinkan pengelolaan file besar dan konten media kaya seperti video, gambar, dan audio. Dibangun di atas Sui, Walrus mendukung penyimpanan data on-chain dan off-chain menggunakan smart contract berbasis Move. Dikembangkan oleh Mysten Labs, Walrus adalah jaringan pertama yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar secara on-chain, meningkatkan penggunaan data bagi proyek Web3 dan mendukung pengembangan bisnis on-chain yang beragam.
Selengkapnya di halaman WAL →