Perbedaan Berachain dan JOE: Berachain diperdagangkan di Rp2.528 (kapitalisasi pasar Rp800,97M, volume 24 jam Rp231,18M), sedangkan JOE diperdagangkan di Rp494,07 (kapitalisasi pasar Rp224,67M, volume 24 jam Rp80,53M). Perbedaan utamanya: Berachain jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar JOE, dan suplai JOE dibatasi (457,2M / 500M JOE (92%)), sedangkan Berachain terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Berachain selama 16 Hari dan JOE selama 33 Hari.
| BERA | JOE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp800,97M | Rp224,67M |
Volume (24h) | Rp231,18M | Rp80,53M |
Suplai yang Beredar | 317M BERA | 457,2M / 500M JOE (92%) |
Typical Hold Time | 16 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Mekanisme PoL Berachain mengubah ekonomi L1 dengan menciptakan pasar bagi validator, pengguna, dan aplikasi. Validator mempertaruhkan BERA untuk mengamankan jaringan dan memperoleh imbalan BGT, yang dapat mereka gunakan untuk imbalan aplikasi. Sistem ini membantu meningkatkan skala imbalan rantai berdasarkan permintaan akan keamanan dan likuiditas.
Selengkapnya di halaman BERA →JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →