Perbedaan Berachain dan Haedal Protocol: Berachain diperdagangkan di Rp3.418 (kapitalisasi pasar Rp1,01T, volume 24 jam Rp205,18M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp289,74 (kapitalisasi pasar Rp131,06M, volume 24 jam Rp28,19M). Perbedaan utamanya: Berachain jauh lebih besar — sekitar 7,7× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai Haedal Protocol dibatasi (454,2M / 1B HAEDAL (46%)), sedangkan Berachain terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Berachain selama 15 Hari dan Haedal Protocol selama 14 Hari.
| BERA | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,01T | Rp131,06M |
Volume (24h) | Rp205,18M | Rp28,19M |
Suplai yang Beredar | 298,6M BERA | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) |
Typical Hold Time | 15 Hari | 14 Hari |
Mekanisme PoL Berachain mengubah ekonomi L1 dengan menciptakan pasar bagi validator, pengguna, dan aplikasi. Validator mempertaruhkan BERA untuk mengamankan jaringan dan memperoleh imbalan BGT, yang dapat mereka gunakan untuk imbalan aplikasi. Sistem ini membantu meningkatkan skala imbalan rantai berdasarkan permintaan akan keamanan dan likuiditas.
Selengkapnya di halaman BERA →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →