Perbedaan Bella Protocol dan IOTA: Bella Protocol diperdagangkan di Rp1.865 (kapitalisasi pasar Rp148,53M, volume 24 jam Rp59,53M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp601,08 (kapitalisasi pasar Rp2,76T, volume 24 jam Rp106,88M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 18,6× kapitalisasi pasar Bella Protocol, dan suplai beredar Bella Protocol 80M BEL dibanding 4,6B MIOTA milik IOTA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bella Protocol selama 37 Hari dan IOTA selama 49 Hari.
| BEL | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp148,53M | Rp2,76T |
Volume (24h) | Rp59,53M | Rp106,88M |
Suplai yang Beredar | 80M BEL | 4,6B MIOTA |
Typical Hold Time | 37 Hari | 49 Hari |
Bella Protocol adalah platform yang menyediakan rangkaian produk DeFi yang dirancang untuk membuat perbankan kripto lebih sederhana dan lebih mudah diakses. Protokol ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik dengan menghilangkan biaya tinggi dan masalah transaksi yang lambat dan dapat memengaruhi beberapa platform blockchain sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna melalui portal pintar DeFi yang disederhanakan.
Selengkapnya di halaman BEL →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →