Perbedaan Bella Protocol dan Gitcoin: Bella Protocol diperdagangkan di Rp1.888 (kapitalisasi pasar Rp150,51M, volume 24 jam Rp124,23M), sedangkan Gitcoin diperdagangkan di Rp1.229 (kapitalisasi pasar Rp107,55M, volume 24 jam Rp63,28M). Perbedaan utamanya: Bella Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Bella Protocol 80M BEL dibanding 87,5M GTC milik Gitcoin. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bella Protocol selama 36 Hari dan Gitcoin selama 23 Hari.
| BEL | GTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp150,51M | Rp107,55M |
Volume (24h) | Rp124,23M | Rp63,28M |
Suplai yang Beredar | 80M BEL | 87,5M GTC |
Typical Hold Time | 36 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bella Protocol adalah platform yang menyediakan rangkaian produk DeFi yang dirancang untuk membuat perbankan kripto lebih sederhana dan lebih mudah diakses. Protokol ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik dengan menghilangkan biaya tinggi dan masalah transaksi yang lambat dan dapat memengaruhi beberapa platform blockchain sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna melalui portal pintar DeFi yang disederhanakan.
Selengkapnya di halaman BEL →Gitcoin mengembangkan berbagai alat yang membantu komunitas mendanai, membangun, dan melindungi berbagai proyek penting. Program Hibah Gitcoin telah mendistribusikan lebih dari $54 juta kepada para pembangun tahap awal yang mendukung barang publik dalam DeFi, iklim, sumber terbuka, dan banyak lagi. Produk-produk utamanya meliputi Gitcoin Grants Stack (platform manajemen hibah), Allo Protocol (sistem pendanaan sumber terbuka), dan Gitcoin Passport (alat identitas terdesentralisasi). GTC, token tata kelola Gitcoin yang diluncurkan pada Mei 2021, digunakan untuk membuat dan mendanai DAO yang mengawasi Gitcoin.
Selengkapnya di halaman GTC →