Perbedaan Bella Protocol dan dYdX: Bella Protocol diperdagangkan di Rp1.895 (kapitalisasi pasar Rp150,96M, volume 24 jam Rp118,46M), sedangkan dYdX diperdagangkan di Rp2.315 (kapitalisasi pasar Rp1,95T, volume 24 jam Rp103,48M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 12,9× kapitalisasi pasar Bella Protocol, dan suplai dYdX dibatasi (848,6M / 1B DYDX (85%)), sedangkan Bella Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bella Protocol selama 36 Hari dan dYdX selama 55 Hari.
| BEL | DYDX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp150,96M | Rp1,95T |
Volume (24h) | Rp118,46M | Rp103,48M |
Suplai yang Beredar | 80M BEL | 848,6M / 1B DYDX (85%) |
Typical Hold Time | 36 Hari | 55 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Bella Protocol adalah platform yang menyediakan rangkaian produk DeFi yang dirancang untuk membuat perbankan kripto lebih sederhana dan lebih mudah diakses. Protokol ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik dengan menghilangkan biaya tinggi dan masalah transaksi yang lambat dan dapat memengaruhi beberapa platform blockchain sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna melalui portal pintar DeFi yang disederhanakan.
Selengkapnya di halaman BEL →DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →