Perbedaan Bella Protocol dan deBridge: Bella Protocol diperdagangkan di Rp1.899 (kapitalisasi pasar Rp150,96M, volume 24 jam Rp118,46M), sedangkan deBridge diperdagangkan di Rp293,9 (kapitalisasi pasar Rp563,56M, volume 24 jam Rp84,91M). Perbedaan utamanya: deBridge jauh lebih besar — sekitar 3,7× kapitalisasi pasar Bella Protocol, dan suplai deBridge dibatasi (1,9B / 10B DBR (20%)), sedangkan Bella Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bella Protocol selama 36 Hari dan deBridge selama 9 Hari.
| BEL | DBR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp150,96M | Rp563,56M |
Volume (24h) | Rp118,46M | Rp84,91M |
Suplai yang Beredar | 80M BEL | 1,9B / 10B DBR (20%) |
Typical Hold Time | 36 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Bella Protocol adalah platform yang menyediakan rangkaian produk DeFi yang dirancang untuk membuat perbankan kripto lebih sederhana dan lebih mudah diakses. Protokol ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik dengan menghilangkan biaya tinggi dan masalah transaksi yang lambat dan dapat memengaruhi beberapa platform blockchain sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna melalui portal pintar DeFi yang disederhanakan.
Selengkapnya di halaman BEL →deBridge adalah internet likuiditas untuk DeFi, memungkinkan transfer aset dan data lintas chain secara real-time. Dengan menghilangkan risiko liquidity pool, deBridge menghadirkan interaksi cross-chain yang aman dengan likuiditas dalam, spread ketat, dan harga terjamin.
Selengkapnya di halaman DBR →