Perbedaan Bella Protocol dan Boba Network: Bella Protocol diperdagangkan di Rp1.864 (kapitalisasi pasar Rp149,18M, volume 24 jam Rp60,01M), sedangkan Boba Network diperdagangkan di Rp326,07 (kapitalisasi pasar Rp160,89M, volume 24 jam Rp10,77M). Perbedaan utamanya: Bella Protocol dan Boba Network berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Boba Network dibatasi (493,6M / 500M BOBA (99%)), sedangkan Bella Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bella Protocol selama 37 Hari dan Boba Network selama 11 Hari.
| BEL | BOBA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp149,18M | Rp160,89M |
Volume (24h) | Rp60,01M | Rp10,77M |
Suplai yang Beredar | 80M BEL | 493,6M / 500M BOBA (99%) |
Typical Hold Time | 37 Hari | 11 Hari |
Bella Protocol adalah platform yang menyediakan rangkaian produk DeFi yang dirancang untuk membuat perbankan kripto lebih sederhana dan lebih mudah diakses. Protokol ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik dengan menghilangkan biaya tinggi dan masalah transaksi yang lambat dan dapat memengaruhi beberapa platform blockchain sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna melalui portal pintar DeFi yang disederhanakan.
Selengkapnya di halaman BEL →Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →