Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. dan Summarecon Agung Tbk.: Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. diperdagangkan di Rp20 (kapitalisasi pasar 1,08 T, volume 24 jam 8,75 jt), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp282 (kapitalisasi pasar 4,66 T, volume 24 jam 11,14 jt). Perbedaan utamanya: Summarecon Agung Tbk. jauh lebih besar — sekitar 4,3× kapitalisasi pasar Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk., dan Summarecon Agung Tbk. lebih aktif diperdagangkan (11,14 jt vs 8,75 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| BEKS | SMRA | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | 1,08 T | 4,66 T |
Volume | 8,75 jt | 11,14 jt |
Lot | 87,47 rb | 111,39 rb |
Perputaran | 175,05 jt | 3,15 M |
Harga Rata-rata | 20,01 | 282,48 |
Nilai Transaksi | 175,05 jt | 3,15 M |
Harga Ekuilibrium Indikatif | 20 | 282 |
Volume Ekuilibrium Indikatif | 2,52 rb | 21,29 rb |
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Berita terbaru kedua aset
PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk formerly PT Bank Pundi Indonesia, Tbk (“the Bank”) was established on September 11, 1992. Based on the Bank’s Articles of Association’s amendment by Deed No. 104 dated June 30, 2010 of Fathiah Helmi, S.H., Notary in Jakarta, “PT Bank Eksekutif Internasional Tbk” has changed its name to “PT Bank Pundi Indonesia Tbk”. Based on the Bank’s Articles of Association’s amendment by Deed No. 36 dated June 14, 2016 of Fathiah Helmi, S.H., Notary in Jakarta, “PT Bank Pundi Indonesia Tbk” has changed its name to “PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk”.
Selengkapnya di halaman BEKS →PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.
Selengkapnya di halaman SMRA →