Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) vs Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA)

Jobubu Jarum Minahasa Tbk
Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Jobubu Jarum Minahasa Tbk dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk.: Jobubu Jarum Minahasa Tbk diperdagangkan di Rp81 (kapitalisasi pasar 324 M, volume 24 jam 5,1 jt), sedangkan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp2.050 (kapitalisasi pasar 23,45 T, volume 24 jam 7,68 jt). Perbedaan utamanya: Japfa Comfeed Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 72,4× kapitalisasi pasar Jobubu Jarum Minahasa Tbk, dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (7,68 jt vs 5,1 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BEERJPFA
Kapitalisasi Pasar
324 M23,45 T
Volume
5,1 jt7,68 jt
Lot
50,98 rb76,83 rb
Perputaran
402,52 jt15,56 M
Harga Rata-rata
78,962.025,32
Nilai Transaksi
402,52 jt15,56 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
812.050
Volume Ekuilibrium Indikatif
2504,75 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BEER
Lihat detail
JPFA
Lihat detail

Tentang Jobubu Jarum Minahasa Tbk

PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (the “Company”) was established based on Notarial Deed No. 19 of Theomaris Eddy Boham, S.H., M.H., dated July 25, 2018. The Company started its commercial operations since December 2018. The majority shareholder of the Company is PT Maju Minuman Minahasa and the Company's Ultimate Beneficiary Owner (UBO) is Nico Lieke.

Selengkapnya di halaman BEER

Tentang Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (the Company) was established within the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 based on Notarial Deed No. 59 dated January 18, 1971 of Djojo Muljadi, S.H., public notary, as amended by Notarial Deed No. 60 dated Februari 15, 1972, of the same notary. Japfa is currently the second largest animal feed producer in Indonesia with an estimated market share of around 35% in the domestic poultry feed market. The company was originally involved in the production of copra extraction pellets

Selengkapnya di halaman JPFA