Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Jobubu Jarum Minahasa TbkTrading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Jobubu Jarum Minahasa Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Jobubu Jarum Minahasa Tbk diperdagangkan di Rp81 (kapitalisasi pasar 324 M, volume 24 jam 5,1 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp113 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 1,45 jt). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 5,8× kapitalisasi pasar Jobubu Jarum Minahasa Tbk, dan Jobubu Jarum Minahasa Tbk lebih aktif diperdagangkan (5,1 jt vs 1,45 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BEERJAWA
Kapitalisasi Pasar
324 M1,87 T
Volume
5,1 jt1,45 jt
Lot
50,98 rb14,49 rb
Perputaran
402,52 jt164,85 jt
Harga Rata-rata
78,96113,81
Nilai Transaksi
402,52 jt164,85 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
81113
Volume Ekuilibrium Indikatif
25034

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BEER
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Jobubu Jarum Minahasa Tbk

PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (the “Company”) was established based on Notarial Deed No. 19 of Theomaris Eddy Boham, S.H., M.H., dated July 25, 2018. The Company started its commercial operations since December 2018. The majority shareholder of the Company is PT Maju Minuman Minahasa and the Company's Ultimate Beneficiary Owner (UBO) is Nico Lieke.

Selengkapnya di halaman BEER

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA