Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) vs Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS)

Jobubu Jarum Minahasa TbkTrading
Indomobil Sukses Internasional Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Jobubu Jarum Minahasa Tbk dan Indomobil Sukses Internasional Tbk.: Jobubu Jarum Minahasa Tbk diperdagangkan di Rp81 (kapitalisasi pasar 324 M, volume 24 jam 5,1 jt), sedangkan Indomobil Sukses Internasional Tbk. diperdagangkan di Rp805 (kapitalisasi pasar 3,18 T, volume 24 jam 63,4 rb). Perbedaan utamanya: Indomobil Sukses Internasional Tbk. jauh lebih besar — sekitar 9,8× kapitalisasi pasar Jobubu Jarum Minahasa Tbk, dan Jobubu Jarum Minahasa Tbk lebih aktif diperdagangkan (5,1 jt vs 63,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BEERIMAS
Kapitalisasi Pasar
324 M3,18 T
Volume
5,1 jt63,4 rb
Lot
50,98 rb634
Perputaran
402,52 jt51,24 jt
Harga Rata-rata
78,96808,26
Nilai Transaksi
402,52 jt51,24 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
81805
Volume Ekuilibrium Indikatif
2501

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BEER
Lihat detail
IMAS
Lihat detail

Tentang Jobubu Jarum Minahasa Tbk

PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (the “Company”) was established based on Notarial Deed No. 19 of Theomaris Eddy Boham, S.H., M.H., dated July 25, 2018. The Company started its commercial operations since December 2018. The majority shareholder of the Company is PT Maju Minuman Minahasa and the Company's Ultimate Beneficiary Owner (UBO) is Nico Lieke.

Selengkapnya di halaman BEER

Tentang Indomobil Sukses Internasional Tbk.

PT Indomobil Sukses International Tbk (the Company) was initially established as a result of the merger between PT Indomulti Inti Industri Tbk (IMII) and PT Indomobil Investment corporation (IIC). The Company’s articles of association has been amended from time to time, most recently on June 30, 1999 in connection with the Company’s plans to offer shares with pre-emptive right. The Ministry of Justice has approved the amendment on July 5, 1999.

Selengkapnya di halaman IMAS