Perbedaan Beam dan STBL: Beam diperdagangkan di Rp27,81 (kapitalisasi pasar Rp1,42T, volume 24 jam Rp52,01M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp416,95 (kapitalisasi pasar Rp290,99M, volume 24 jam Rp40,47M). Perbedaan utamanya: Beam jauh lebih besar — sekitar 4,9× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar Beam 51,3B / 58,5B BEAMX (88%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Beam selama 44 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| BEAMX | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,42T | Rp290,99M |
Volume (24h) | Rp52,01M | Rp40,47M |
Suplai yang Beredar | 51,3B / 58,5B BEAMX (88%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 44 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Beam, sebelumnya Merit Circle, adalah DAO yang berfokus mengembangkan ekonomi play-to-earn (P2E). Tujuannya adalah untuk menciptakan era baru gameplay di mana pengguna dapat memperoleh uang dengan memainkan game yang mereka sukai, alih-alih hanya menjadikannya sebagai hobi. Pemegang token MC memiliki hak suara untuk memutuskan masa depan organisasi, serta mendapatkan dan staking token mereka untuk memenangkan hadiah.
Selengkapnya di halaman BEAMX →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →