Perbedaan Beam dan Solayer: Beam diperdagangkan di Rp24,25 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp29,53M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.059 (kapitalisasi pasar Rp504,64M, volume 24 jam Rp197,67M). Perbedaan utamanya: Beam jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Solayer, dan suplai Beam dibatasi (51,3B / 58,5B BEAMX (88%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Beam selama 45 Hari dan Solayer selama 35 Hari.
| BEAMX | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,25T | Rp504,64M |
Volume (24h) | Rp29,53M | Rp197,67M |
Suplai yang Beredar | 51,3B / 58,5B BEAMX (88%) | 475,5M LAYER |
Typical Hold Time | 45 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Beam, sebelumnya Merit Circle, adalah DAO yang berfokus mengembangkan ekonomi play-to-earn (P2E). Tujuannya adalah untuk menciptakan era baru gameplay di mana pengguna dapat memperoleh uang dengan memainkan game yang mereka sukai, alih-alih hanya menjadikannya sebagai hobi. Pemegang token MC memiliki hak suara untuk memutuskan masa depan organisasi, serta mendapatkan dan staking token mereka untuk memenangkan hadiah.
Selengkapnya di halaman BEAMX →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →