Perbedaan Beam dan DigiByte: Beam diperdagangkan di Rp23,99 (kapitalisasi pasar Rp1,23T, volume 24 jam Rp27,54M), sedangkan DigiByte diperdagangkan di Rp73,57 (kapitalisasi pasar Rp1,35T, volume 24 jam Rp43,49M). Perbedaan utamanya: Beam dan DigiByte berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Beam 51,3B / 58,5B BEAMX (88%) dibanding 18,4B / 21B DGB (88%) milik DigiByte. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Beam selama 45 Hari dan DigiByte selama 22 Hari.
| BEAMX | DGB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,23T | Rp1,35T |
Volume (24h) | Rp27,54M | Rp43,49M |
Suplai yang Beredar | 51,3B / 58,5B BEAMX (88%) | 18,4B / 21B DGB (88%) |
Typical Hold Time | 45 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Beam, sebelumnya Merit Circle, adalah DAO yang berfokus mengembangkan ekonomi play-to-earn (P2E). Tujuannya adalah untuk menciptakan era baru gameplay di mana pengguna dapat memperoleh uang dengan memainkan game yang mereka sukai, alih-alih hanya menjadikannya sebagai hobi. Pemegang token MC memiliki hak suara untuk memutuskan masa depan organisasi, serta mendapatkan dan staking token mereka untuk memenangkan hadiah.
Selengkapnya di halaman BEAMX →DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →